Tampilkan postingan dengan label Private. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Private. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 19

About Me

Nama saya Lucky Mamusung, lahir di Jakarta namun berdarah Manado. Ayah saya memberikan nama saya Lucky, karena saya lahir prematur pada usia kandungan 7 bulan, hal itu membuat ayah menganggap saya anak yang sangat beruntung, bisa bertahan hidup saat itu.

Saat ini saya adalah seorang Guru, seorang penulis buku, seorang freelance Programmer, dan seorang Youth Pastor. Beberapa bos saya bilang kalau saya multi talent, hal itulah yang mungkin justru menyulitkan karena saya tidak fokus menekuni satu hal, dan biasa ter-distract dengan hal yang lain.

Saat ini sebagian besar waktu saya dihabiskan dengan mengajar, terutama mengajar Komputer. Saya menyukai teknologi, dan saya suka memperlengkapi orang lain dengan membagi ilmu, maka saya pikir memang cocok bila saya menjadi seorang guru, dalam hal ini guru komputer.

Saya juga seorang penulis buku, menulis biografi buku beberapa orang, menulis juga beberapa buku terjemahan, dan buku saya yang paling terkenal adalah sebuah novel fiksi fantasi berjudul "Armageddon Knigths".

Saya juga seorang programmer freelance, biasa dipanggil oleh teman-teman yang membutuhkan untuk membangun sebuah system atau website developing. Biasanya hal ini bila sebuah perusahaan agak malas mempekerjakan seorang programmer full time, sehingga seorang programmer freelance dengan kontrak pendek jauh lebih menguntungkan bagi mereka.

Dan terakhir, saya juga seorang youth pastor disebuah gereja. Hal itu membuat saya tidak pernah beristirahat, karena setelah bekerja seminggu penuh, saat orang lain libur, diwaktu weekend saya malah sibuk dengan pelayanan. Bagi beberapa orang mungkin ini terlihat hobby atau sampingan pengisi waktu luiang. Tapi bagi saya, inilah hidup saya yang utama
 
Hope one day...

My life can inspire yours...


Minggu, Februari 21

Spongebob & Squidward

Pernah menonton Spongebob the Movie? Dimana dikisahkan Mr Crabs membuka cabang dari Crabby Patty, dan Spongebob sudah merasa sangat yakin bahwa dialah yang akan menjadi manager dari cabang Krabby Patty 2. Keyakinannya itu beralasan, karena setiap bulan Spongebob selalu menjadi pegawai terbaik, motivasi dan dedikasinya penuh terhadap restoran tersebut.

Namun saat hari grand opening, Mr Crabs mengumumkan bahwa yang menjadi manager adalah Squidward sang gurita. Padahal Squidward adalah seorang yang apatis dan Yes Bos saja.

Saya tersenyum kalau mengingat seri itu, namun hari-hari ini saya merasa kalau saya seperti halnya Spongebob dalam seri diatas (thats why everybody loves Spongebob). Selalu saja ada orang lain seperti Squidward yang tidak capable yang terpilih, dan kita terlewatkan terpaksa harus mengikuti kemauan pemimpin.

Flashback ke masa kecil. Saat remaja, saya begitu menyukai Pramuka. Saya adalah pembaca puisi dan penerjemah sandi terbaik. Namun saat sekolah saya membentuk tim berisi 20 orang untuk mengikuti jambore provinsi, saya tidak terpilih. Guru saya hanya memilih anak-anak yang "kelihatan cakap dan meyakinkan". Alhasil team sekolah kami pulang tidak membawa satupun medali dari belasan medali yang disediakan. Kalau saya ikut, saya percaya, hasilnya akan berbeda.

Saya baru menyadari sekarang, kalau pola ini terus berulang sepanjang kehidupan saya. Saya selalu menjadi Spongebob yang tersisihkan, dan selalu ada orang lain sebagai Squidward yang terpilih. Membawa saya pada sebuah renungan, mengapa mereka tidak memilih kita?


Mengapa kita tidak dipilih?

Saat Samuel berusaha memilih mana orang yang akan diurapinya dari anak-anak Isai, dia juga memakai standar "kelihatannya". Dengan standar itu Daud yang kecil dan terabai pasti tidak terpilih, dan sejarah Irael akan menjadi berbeda. Tapi untung saja Tuhan tidak memakai standar yang sama.

Masalahnya sekarang kita menggantungkan dunia ini pada orang-orang yang memilih dari "kelihatannya" saja.

Untuk itu kita harus berusaha memantaskan diri agar "kelihatannya" cakap dan terpilih.. Masalah lain muncul yaitu saat kita fokus berusaha "kelihatan pantas" kita cenderung menjadi "Tong kosong nyaring bunyinya".

Hanya saja, kita memang tidak memiliki jalan lain dalam masalah ini, satu-satunya jalan adalah kita harus berupaya dengan segala cara memantaskan diri, baik luar maupun isinya. Dan melupakan kesombongan terpendam, membiarkan para pemimpin berusaha menemukan emas yang terpendam dalam diri kita. Mereka tidak akan pernah menemukannya.

Kita memang tidak punya pilihan selain terjun dalam kompetisi "kelihatan pantas" yang sungguh menyakitkan nurani ini. Tapi hanya itulah jalannya, sebuah kompetisi sekaligus pembentukan, yang memiliki mental terbaik, dan yang menunjukan kematangan dan kedewasannyalah yang menang.

Namun sebuah pertanyaan lain mengelitik saya.

Perasaan kita bahwa kita pantas seringkali menjadi bumerang bagi kita.

Bagaimana kalau Tuhan sendiri yang harus memilih?

Apakah IA akan menemukan kita pantas?

Rabu, Juni 24

Stereotype

Saya sedang berjalan kembali dari lantai 1 kembali menuju kelantai 2 kantor saya. Diperjalanan seorang rekan kerja menanyakan pesanan barang untuk diambilkan diruangan bawah. Saya menjawa sekenanya, "Tidak ada sepertinya...".

Sebenarnya bukan karena barang itu benar-benar tidak ada, namun dalam kesibukan saya yang melakukan segala seusatu secara paralel dan merangkap membuat saya enggan mencari barang tersebut dengan sungguh-sungguh. Sehingga saat saya lihat tidak ada ditempat biasanya, saya langsung kembali keatas, untuk mengerjakan hal lainnya. Lagipula rekan saya ini seharian "mengganggu" tugas utama saya, hanya karena dia diperbantukan di departemen saya mengurus masalah administrasi, tapi terus "merecoki" dengan hal-hal sepele. Sehingga pertama saya enggan mencari sungguh-sungguh, hal kedua karena saya mulai pusing "direcoki" seperti ini.

Dan hal yang membuat saya terkejut, saat saya melewatinya, ia berkomentar, "Begitulah GBI, semuanya serba sepertinya".

Langkah saya terhenti, dan memandang kearahnya, apa maksudnya. Namun ia tidak melanjutkan kata-katanya dan kembali hanyut dalam kegiatannya. Untuk informasi, kami berdua adalah imam dari dua denominasi yang berbeda. Yang saya tidak mengerti adalah mengapa ia memberikan stereotype orang GBI seperti itu. Saya bukan seorang GBI tulen, saya menolak semua bentuk jabatan-jabatan kepelayanan, namun perkataannya membuat saya sedikit banyak tersinggung.

Atas dasar apa ia berkata seperti itu?
Apa karena GBI adalah denominasi yang memiliki perkembangan terlalu cepat, sedangkan ia datang dan bertanggung jawab pada perkembangan denominasinya yang hasil perkembangannya tidak menggembirakan secara kwantitas.

Mengagung-agungkan etos kerjanya sendiri, yang tidak membawa mereka kemana-mana. Lebih keras bekerja dan berpikir, tanpa melakukannya dengan berpikir cerdik secara rohani. Kita ada diladang yang berbeda brother... Sebuah ladang dimana etos kerja lebih keras dan lebih pintar hanya punya nilai yang sedikit untuk ditambahkan, dibanding dengan kasih, anugerah, kreativitas urapan, visi, dan pemulihan pribadi secara holistik.

If you hate my denomination so much, why you hired me?
Dont you think it mean, you dont have people in your denomination that have anointment capabilty to do your thing, so you must search to the denomination that you hate.
Dont you think it mean you such a loser?!

Kecemburuan membuat orang memberikan stereotype seperti ini,
dikalangan imam sekalipun.

Mereka tidak mau belajar dari yang lebih berhasil...
Hanya sibuk menghakimi secara dogma.
Itulah penyakit gereja umumnya.

Selasa, Juni 2

Do in Positive Way

Aku sedang bingung, keluar atau tidak dalam pekerjaanku yang sekarang. Yang mana prinsipku, aku seharusnya menikmati apa yang aku kerjakan, bukan karena gajiannya, but because its fun. But lately, its no fun anymore, aku kehilangan semua motivasiku, rutinitas tanpa tantangan yang menggairahkan.

I cant stand anymore work with negative people, sementara yang lain tidak tahu apa yang sedang mereka kerjakan, tapi mengatur apa, kemana, dan bagaimana aku harus melakukannya. Semua pengalamanku bertahun-tahun mentah dan ditolak dalam pekerjaan ini. Hhhh.... sebuah pemerkosaan profesi.

I just go wherever their told, and do whatever they like me to do....
(it keep ruining everything, but i must keep say, Yes... thats work)

Ditengah pikiranku merancang semua skenario yang ada, baik dan buruknya, konflik-konflik yang mungkin tercipta, dan antisipasi terhadap reaksi yang mungkin terjadi. Sebuah suara dipikiranku dengan lantang menyibak semua 'penasehat-penasehat' yang ada.

Do in Positive Way...

Demikian suara itu berkata.
Aku mengerti Think Positive, tapi melakukan sesuatu dalam jalan yang positif, itu sesuatu yang baru bagi aku. Oke, jadi apa jalan positifnya?

Tiba-tiba pikiranku hang, blank...
Wow, ternyata pikiranku ini tidak punya referensi untuk menjalankan sesuatu dalam prosedur positif. Pikiranku sangat hebat dalam menganalisa masalah, memberikan opsi-opsi baik-buruknya, dan mempertimbangkan langkah mana yang kuambil, atau skenario kombinasi apa yang bisa kubuat.

Waduh, berarti aku menjalankan pikiranku yang sebelumnya kubangga-banggakan, dalam pola yang tidak tepat. Wah berarti, aku harus mulai berlatih menganalisa sesuatu dalam positive way nih... Karena saat otakku blank dengan prosedur baru ini, bukan berarti tidak bisa, hanya belum terbiasa.

Well, saatnya untuk terbiasa dengan, "positive way".

Kamis, Mei 21

Keluhan pada BCA dan XL

Beberapa minggu ini aku lagi kesel banget, sama yang namanya kartu kredit BCA. Pasalnya ditagihan kartu kredit aku itu ada tagihan pemakaian Autopay XL sebesar beberapa ratus ribu. Waduh.... Masalahnya, aku nggak pernah memegang XL. Jangankan XL, kartu GSM saja aku nggak pernah pegang. Aku cuma setia sama Esia yang telah menemani aku beberapa tahun ini.

Segera penelusuran pun dimulai dengan Hallo BCA, dari sana operator mengarahkan pada Autopay BCA. Dari autopay mengkonfirmasikan bahwa aku memang tidak pernah meminta untuk melakukan autopay dan menyarankan kembali hallo BCA. Kembali pada Hallo BCA menyarankan aku untuk datang ke XL center terdekat. Aku datangin XL Center terdekat yang juga sedang ramai antri peminat Nexian Berry.

Setelah bertemu CS-nya mereka sekarang yang bingung, karena entri tagihan kredit card BCA tidak dicantumkan nomor kartu yang ditagihkan. Biasanya katanya ada "Autopay Excelcom (0818XXXXXX)" ini hanya dicantumkan Autopay Excelcom. Mereka menyarankan aku kembali bertanya pada BCA, sambil katanya mencatat laporanku.

Sampai ditik ini aku mulai kesal, mulai merasa diping-pong kesana kemari, ini namanya adminstratif fault, tidak ada yang tahu menahu atau merasa bertanggung jawab. Kembali hal itu dilaporkan ke BCA, akhirnya mereka mengatakan akan membuat laporannya, dan aku disuruh mengkonfirmasi 5 haril lagi yang tepat jatuh pada jatuh tempo.

Setelah 5 hari, bertanya lagi pada hallo BCA sambil memeriksa nomor laporanku. Lah... bunyi hasil laporannya, aku disuruh konfirmasi lagi ke Autopay?! Telpon ke Autopay, bunyinya masih sama juga, kalau aku tidak pernah memesan jasa autopay untuk menagihkan nomor XL ku (kalaupun itu ada), disuruh kembali ke hallo BCA-lah, disuruh konfirmasi ulang ke XL center-lah. Ini artinya aku ternyata hanya mengulang-ngulang prosedur yang sama?! Wah... dititik ini aku mulai naik pitam...

Kembali ke Hallo BCA, aku langsung mengajukan penutupan kartu, dan mereka berkata aku harus melunaskan semua cicilan ditambah dengan penalti. Mereka menganjurkan aku untuk tidak menutup kartu karena pinalti cicilan lumayan besar. Wuih... tidak terlalu masalah jumlah itu, tapi membayar dan memelihara sebuah kesalahan atau sebuah penipuan, itu yang tidak bisa aku terima.

Kalau aku bisa ditipu sekarang dengan nilai kecil, bagaimana nanti? Banyak complain memang yang sudah aku baca mengenai Credit Card BCA baik dari intenet maupun koran, bagaimana mereka langsung memotong direkening BCA akan tagihan kartu kredit BCA. Dan jangan sampai terjadi padaku saat tipuannya bernilai sangat besar dan langsung dipotong di rekening BCA-ku. Mentang-mentang mereka mendominasi (bahkan monopoli) perbankan Indonesia, seenak-enaknya saja memain-mainkan customer.

Jadi aku bayar semuanya, beserta semua total cicilan dan pinaltinya. Nilainya memang berat dan besar saat menutup itu, tapi aku jadi lega. Aku tutup kartu kredit BCA yang telah menemani dan menyusahkanku selama 5 tahun ini.

Hal ini menunjukan dijaman yang modern dan canggih ini, fasilitas yang berguna untuk memudahkan dan memberi keamanan pada kita. Justru bisa berubah menjadi sangat menyulitkan dan pagar makan tanaman.

Kemudahan dan keamanan yang dunia tawarkan itu ternyata hanya semu...

Senin, Mei 18

Life Is 2 Short

Kemarin, satu orang lagi pamanku dipanggil pulang kerumah Bapa. Dalam waktu satu tahun ini sudah tiga orang pamanku yang dipanggil Tuhan. Bagi keluargaku, kehilangan tiga pria sebagai pilar-pilar utama keluarga sungguh sebuah pukulan berat. Juga bagi aku, dalam adat timur, paman bagai ayah kedua, mereka sungguh dekat dalam kehidupanku. Mereka pergi saat umur-umur mereka belum bisa disebut tua juga.

Hidup memang telalu singkat, bagi siapapun. Hitung-hitunganlah umur anda sekarang, berapa lama yang anda butuhkan sampai sebuah tingkat ideal dan mapan? Berapa lama anda bisa menikmatinya setelah itu. Berapa lama anda mulai kehilangan kekuatan dan sakit2an, kemudian dipanggil pulang?

Bukankah hidup sangat singkat?

Lalu apa yang kita kejar dalam hidup ini?
Untuk apa kita berjerih lelah, kalau satu-persatu kita sedang mengantri bergantian untuk mengisi kotak kayu itu? Berbaring kaku didalamnya.

So what our life meaning in this world?

Hanya Tuhan, yang memegang nilai kehidupan kita.
Hanya didalam dia kita bernilai. Dialah hakim yang akan menentukan nilai-nilai kehidupan kita,

Apa nilai kehidupan yang kaupegang dan kau kejar saat ini?

Sabtu, April 18

Armageddon Knights Soundtrack


Tapi beberapa minggu lalu, lagi suka albumnya Leona Lewis. Dan sampai pada sebuah lagu yang menjadi favorit, mendengarkan lagu itu, seperti terhisap kedalam Armageddon Knights. Seperti sedang berada tepat ditengah-tengah pertempuran di Beth-Rapha, melihat para Ksatria yang kelelahan jatuh satu persatu, berusaha bertahan dengan sisa tenaga dan semangat yang terakhir dari terjangan musuh, dan melihat Eleazar juga jatuh tekena pedang musuh.

Lagu yang katanya ia merasa Arel sendiri yang sedang menyanyikannya dengan sedih. Sebuah lagu yang mengisahkan semangat, perjuangan, kesedihan dan cinta para Ksatria pada Tuhannya.

Itulah lagu Run dari Leona Lewis...

Download Run - Leona Lewis

What do you think? Do you feel the same?

Rabu, Januari 28

My Forgotten Book

Browsing mencari tanggapan tentang buku Armageddon Knigths, kemarin ada begitu banyak link menarik yang membahasa buku ini, sekarang tinggal tersisa dua link yang masih hidup, selain itu sudah dead link...

http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=458.2730
http://juli2005.multiply.com/reviews


Hmmm... apakah saya bisa punya kekuatan mengeluarkan sampai seri 3 ?

Saya minta dukungan doanya....

God bless you...